Pages

  • Home
  • Diary Pages
  • Pregnancy Journey
  • Motherhood
  • Beauty
  • Travel
linkedin twitter instagram
Diary of Shalom Audrey
    • Diary Pages
    • Pregnancy Journey
    • Motherhood
    • Beauty
    • Travel
    Tidak sah ke Medan kalau tidak berburu kuliner. Walaupun trip ke Medan kemarin hitungannya sangat singkat (3 hari 2 malam), tetapi yang namanya kuliner tidak boleh dilewatkan. Di tengah-tengah keterbatasan waktu, kami tetap menyempatkan diri untuk menikmati kuliner khas Medan.

    Tempat yang tidak pernah kami lewatkan untuk berburu kuliner adalah daerah Selat Panjang. Berlokasi di Jl. Selat Panjang  Ps. Baru, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212, banyak sekali jenis kuliner yang bisa kalian temukan disana. Most of them makanan non halal, tapi tenang saja tetap saja ada makanan halal yang di jual kok.



    Yang menjadi ultimate goal saya ke sini karena ada mie pangsit yang super enak banget disini, namanya Mie Pangsit Tiong Sim. Gerai makanan ini sudah berdiri sejak tahun 1933. Jadi kebayang donk rasanya gimana, pasti enak banget sampai bisa bertahan sampai sekarang.

    Lokasinya berada di Jalan Bogor 77 Medan Pojokan Jalan Semarang dan sudah buka mulai pukul 08.00 pagi. Kali itu saya dan Marthin saja yang pergi untuk sarapan pagi, sedang Shalom stay di Hotel karena masih tertidur.



    Tekstur mie nya tipis, panjang dan kenyal. Hal ini yang membedakan pangsit Tiong Sim dengan pangsit pada umumnya. Satu porsi mie berisi daging, bawang daun, bawang goreng dan semangkok kuah yang berisi 2 buah pangsit. Isiannya melimpah ruah, sehingga seporsi mie sudah membuat perut kenyang. 





    Satu porsi mie pangsit dihargai Rp.41,000 dan porsi setengah seharga Rp.23,000. Karena saya datang di pagi hari dan tidak terbiasa makan berat, jadi saya pesan 1/2 porsi saja tetapi sudah membuat perut saya kenyang banget.

    Nah, baru tahu ternyata Mie Pangsit Tiong Sim punya cabang 1 lagi yang lokasinya di Jalan Selat Panjang. Ternyata pemiliknya masih kakak beradik dengan lokasi yang di Jl. Bogor. Kalau Mie Pangsit Tiong Sim cabang di Jl. Selat Panjang, baru mulai buka pukul 02.30 PM sampai 11.30 PM. 

    Kami pun menyempatkan untuk mampir di malam harinya. Shalom makan cukup banyak karena memang enak banget. Honestly, kalau disuruh pilih suka dengan cabang yang mana. Saya akan memilih Mie Pangsit Tiong Sim di Jalan Bogor sebagai the best nya.



    Masih lanjut dengan kuliner Selat Panjang, aku juga merekomendasikan untuk mencoba Bihun Bebek Atak yang berlokasi di  Jl. Semarang No.78 / 35, Ps. Baru, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212. Gerai makanan mulai dibuka sejak pukul 07.00 pagi dan tutup jam 09.00 malam. 

    Rasanya enak banget dan masih terngiang-ngiang di pikiran saya sampai sekarang. Bebeknya tidak berbau sama sekali, tekstur mie nya kenyal dan kuahnya yang light  dan juga tidak terlalu asin sehingga jadi perpaduan yang sempurna banget. 
    Satu porsi bihun bebek harganya Rp. 35,000. Kalau untuk sarapan, 1 porsi bihun bebek bisa untuk sharing dengan 2 orang kok. Aku dan Marthin pasti akan mampir lagi ke sini kalau punya kesempatan jalan-jalan ke kota Medan.

    Oh ya, salah satu jajanan yang wajib aku beli kalau mampir ke Jl. Selat Panjang adalah Cheong Fun (rice noddle roll) yang bisa di beli di bagian jajanan kue Medan sepanjang Jl. Selat Panjang. Sebenarnya makanan ini lebih kepada kuliner nostalgia masa kecilku ketika dulu tinggal di Medan. 
    Perpaduan rice noddle, bawang goreng dan cabe yang membuat makanan ini jadi salah satu makanan favoritku. 


    Kalau ke Medan, jangan lupa mampir ke Kwetiau Ateng yang berlokasi di Jl. S. Parman No.52a, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20112. Bagi saya, ini kwetiau paling enak yang pernah saya coba selama ini. 
    Karena waktu yang terbatas, jadi kami memesan via gojek saja dan makan di hotel tengah malam (sekitar jam 11 malam).. Bye Bye Diet :)


    Satu lagi tempat yang wajib di kunjungi ke kota Medan adalah Durian Ucok. Pasti semuanya tidak asing dengan kuliner ini. Bahkan saking famous nya, Durian Ucok sudah jadi list oleh-oleh dari kota Medan. Malam ke dua di Medan, kami menyempatkan mampir untuk makan Durian. 
    Lokasinya terletak di Jalan Wahid Hasyim No. 30-32, Babura, Medan Baru, Babura, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara

    Enaknya kalau makan langsung di sini, kita bisa request durian yang kita mau seperti apa. Mau yang manis, pahit, rasanya light atau heavy (seperti mentega), ukuran besar atau kecil, semuanya bisa dipenuhi. Kalau memang tidak cocok, abang-abang petugas tidak sungkan untuk mengganti dengan durian yang baru tanpa harus membayar double. Muka puas dan happy terlihat dari raut wajah semua pengunjung setelah selesai menyantap Durian Ucok. 




    Bagi para pecinta durian, pastikan jangan lupa mampir ke sini yah ..

    Sebenarnya checklist kuliner Medan yang aku punya banyak banget, tetapi untuk jalan-jalan super singkat kali ini, sepertinya aku dan Marthin sudah cukup optimal untuk mencoba kuliner favorit kami. 

    Semoga next time punya kesempatan jalan-jalan ke Medan lagi dan semoga tulisan kali ini bermanfaat bagi kalian yang punya rencana untuk mampir ke kota Medan.


    Terimakasih sudah membaca tulisan ini yah :)

    Continue Reading

    Ga disangka-sangka aktivitas travelingku cukup intensif di akhir bulan April ini. Semuanya memang di luar plan cuti tahunan yang biasanya sudah aku dan Marthin susun. Tapi yang namanya traveling, tetap saja menyenangkan walaupun harus diakui aktivitas packing emang bikin ribet apalagi kalau sudah punya anak, bawaan pasti akan banyak banget.

    Sepulang dari Jakarta minggu lalu, Marthin mengabari kalau salah satu keponakan dari keluarga besar Simanjuntak akan melangsungkan Pernikahan di kota Medan. Aku ga expect akan ikut karena emang capek banget dan lebih memilih istirahat di rumah, tapi ternyata dia sudah membelikan tiket pesawat sebagai bagian dari surprise untuk mama dan Shalom. “Tenang aja, semua sudah aku siapin termasuk tempat kita menginap“, begitu kata Marthin.



    ****

    Selang 2 hari tiba di Duri dari perjalanan solo travel ke Jakarta (bisa di cek di Diary Pages#05), kami pun berangkat menuju kota Medan dengan menggunakan pesawat terbang pada hari Jumat sore. Penerbangan dari Pekanbaru ke Medan hanya menempuh waktu 55 menit saja. Seperti biasa, Shalom sangat tenang selama di pesawat karena memang dia sudah terbiasa aku ajak traveling. 


    Setibanya di bandara Kualanamu, Shalom pun terlihat sangat excited. Keluar dari pesawat, dia langsung berlari-lari di sepanjang jalan menuju tempat pengambilan bagasi. Memang kondisi bandara Kualanamu sangat nyaman sehingga mood happy nya terlihat jelas.


    Setelah selesai mengambil barang, kami memutuskan naik Grab Taxi menuju hotel yang sudah dipesan oleh Marthin. Perjalanan dari Kualanamu Airport menuju hotel sekitar 1 jam 30 menit karena jalanan cukup padat sore itu. Hotel yang Marthin pesan adalah Adi Mulia Hotel Medan (hotel bintang 4) yang lokasinya berada di Jl. Pangeran Diponegoro  no. 8 Medan Kota. Benar saja, memang lokasinya berada di pusat kota dan sangat dekat dengan Sun Plaza yang merupakan salah satu mall terbesar di kota Medan.


    Sesampainya di Hotel, aku dimanjakan oleh pemandangan yang tidak biasa. Interior hotelnya sangat megah dan mengingatkan saya dengan situasi Hotel Mulia Jakarta yang mewah sekali. Sebuah grand piano dan beberapa kursi merah ditempatkan di lobby utama hotel menjadi spot menarik bagi para tamu yang ingin berfoto.




    Di sebelah kiri lobby utama terdapat receptionist area untuk tempat check in dan check out tamu. Pelayanan dari petugas sangat baik, mereka cukup ramah dan komunikatif dalam melayani para tamu.



    Setibanya di kamar (lokasi kamar kami berada di lantai 16), suasana nyaman sangat kami rasakan. Space kamar yang besar dengan ukuran tempat tidur king size yang super bersih menjadi point plus yang aku rasakan selama menginap 3 hari 2 malam di hotel ini.




    Lanjut ke area bathroom, tersedia amenities seperti shampoo, shower gel dan conditioner yang diberikan gratis untuk tamu. Tersedia juga 2 buah handuk besar dan 2 buah handuk kecil dengan kondisi handuk yang wangi dan bersih. Dan tidak kalah penting bagi wanita, di hotel ini juga tersedia hair dryer sehingga tidak perlu repot-repot membawa dari rumah.





    Dari atas lantai 16, saya bisa melihat pemandangan kota Medan dari kejauhan dan menikmati kenyamanan yang ditawarkan oleh Hotel Adi Mulia.




    Oh ya, Shalom juga happy banget menginap di kamar ini sampai sulit mengajaknya untuk bangun pagi. Bahkan dia menolak untuk jalan-jalan keluar. Dia bilang, “mama, mau di kamar Alom aja”. Jadi butuh extra effort setiap kali mengajaknya untuk keluar dari hotel..hehehe..





    Pagi harinya kami menikmati fasilitas breakfast yang disediakan oleh pihak Hotel. Pilihan menu makanan sangat variatif, mulai dari menu lokal maupun western food juga tersedia. Space restaurant sangat besar sehingga membuat nyaman para tamu yang menginap. Taste makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang nikmat dengan pilihan kualitas bahan makanan yang premium. So far, kami menikmati hidangan yang disediakan di restaurant.









    Sayang waktu kami cukup terbatas selama di hotel sehingga kurang meng'eksplor area lain seperti fasilitas gym, massage dan juga kolam renang. Sempat kepikiran bila ada kesempatan traveling ke Medan lagi, kami akan memilih menginap di Hotel Adi Mulia lagi. Dan aku pribadi merekomendasikan hotel ini untuk jadi pilihan jika mencari penginapan di kota Medan. 

    Oh ya, tulisan ini bukan berbayar lho, jadi benar-benar review yang jujur berdasarkan pengalaman saya liburan bersama keluarga. Biaya menginap di Hotel Adi Mulia ini per malam sekitar 900,000-an melalui aplikasi traveloka. Bagi saya pribadi, harganya worth it dengan semua kenyamanan yang diperoleh selama menginap. 

    Stay tune di blog aku yah mengenai pengalaman seru selama jalan-jalan di Medan kali ini..Part 2 will be release soon...



    -to be continue-







    Continue Reading
    Older
    Stories

    Profile

    Profile

    About me

    Diary Of Shalom Audrey

    working mom who loves her beautiful daughter so much ; romantic wife ; caring and persistence. For sure, she is the happiest mom on earth

    Search This Blog

    Follow Us

    • Twitter
    • Instagram

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  February 2022 (1)
        • Skincare Journey with Jafra Cosmetic
    • ►  2020 (4)
      • ►  November 2020 (1)
      • ►  June 2020 (1)
      • ►  May 2020 (1)
      • ►  February 2020 (1)
    • ►  2019 (22)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (2)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  August 2019 (2)
      • ►  July 2019 (2)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (5)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  March 2019 (2)
      • ►  February 2019 (2)
    • ►  2018 (42)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (2)
      • ►  July 2018 (6)
      • ►  June 2018 (7)
      • ►  May 2018 (10)
      • ►  April 2018 (8)
      • ►  March 2018 (1)
    • ►  2017 (4)
      • ►  July 2017 (1)
      • ►  June 2017 (3)
    • ►  2016 (16)
      • ►  July 2016 (4)
      • ►  May 2016 (3)
      • ►  April 2016 (6)
      • ►  March 2016 (3)

    Popular Posts

    • 7 Bulanan Adat Batak - PASAHAT ULOS MULA GABE
    • SKINCARE DURING PREGNANCY
    • Beauty Product Review: Laneige Clear C Advanced Effector
    • Trimester 2- Young Living Essential Oils Review

    Visit My Online Shop

    • Houseofcaio

    Total Pageviews

    Member Of :

    Blogger Perempuan
    Twitter Instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top