DIARY PAGES #08 : Jalan-Jalan ke Medan (Part-2) - Kuliner Medan

10:13 AM

Tidak sah ke Medan kalau tidak berburu kuliner. Walaupun trip ke Medan kemarin hitungannya sangat singkat (3 hari 2 malam), tetapi yang namanya kuliner tidak boleh dilewatkan. Di tengah-tengah keterbatasan waktu, kami tetap menyempatkan diri untuk menikmati kuliner khas Medan.

Tempat yang tidak pernah kami lewatkan untuk berburu kuliner adalah daerah Selat Panjang. Berlokasi di Jl. Selat Panjang  Ps. Baru, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212, banyak sekali jenis kuliner yang bisa kalian temukan disana. Most of them makanan non halal, tapi tenang saja tetap saja ada makanan halal yang di jual kok.



Yang menjadi ultimate goal saya ke sini karena ada mie pangsit yang super enak banget disini, namanya Mie Pangsit Tiong Sim. Gerai makanan ini sudah berdiri sejak tahun 1933. Jadi kebayang donk rasanya gimana, pasti enak banget sampai bisa bertahan sampai sekarang.

Lokasinya berada di Jalan Bogor 77 Medan Pojokan Jalan Semarang dan sudah buka mulai pukul 08.00 pagi. Kali itu saya dan Marthin saja yang pergi untuk sarapan pagi, sedang Shalom stay di Hotel karena masih tertidur.



Tekstur mie nya tipis, panjang dan kenyal. Hal ini yang membedakan pangsit Tiong Sim dengan pangsit pada umumnya. Satu porsi mie berisi daging, bawang daun, bawang goreng dan semangkok kuah yang berisi 2 buah pangsit. Isiannya melimpah ruah, sehingga seporsi mie sudah membuat perut kenyang. 





Satu porsi mie pangsit dihargai Rp.41,000 dan porsi setengah seharga Rp.23,000. Karena saya datang di pagi hari dan tidak terbiasa makan berat, jadi saya pesan 1/2 porsi saja tetapi sudah membuat perut saya kenyang banget.

Nah, baru tahu ternyata Mie Pangsit Tiong Sim punya cabang 1 lagi yang lokasinya di Jalan Selat Panjang. Ternyata pemiliknya masih kakak beradik dengan lokasi yang di Jl. Bogor. Kalau Mie Pangsit Tiong Sim cabang di Jl. Selat Panjang, baru mulai buka pukul 02.30 PM sampai 11.30 PM. 

Kami pun menyempatkan untuk mampir di malam harinya. Shalom makan cukup banyak karena memang enak banget. Honestly, kalau disuruh pilih suka dengan cabang yang mana. Saya akan memilih Mie Pangsit Tiong Sim di Jalan Bogor sebagai the best nya.



Masih lanjut dengan kuliner Selat Panjang, aku juga merekomendasikan untuk mencoba Bihun Bebek Atak yang berlokasi di  Jl. Semarang No.78 / 35, Ps. Baru, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20212. Gerai makanan mulai dibuka sejak pukul 07.00 pagi dan tutup jam 09.00 malam. 

Rasanya enak banget dan masih terngiang-ngiang di pikiran saya sampai sekarang. Bebeknya tidak berbau sama sekali, tekstur mie nya kenyal dan kuahnya yang light  dan juga tidak terlalu asin sehingga jadi perpaduan yang sempurna banget. 
Satu porsi bihun bebek harganya Rp. 35,000. Kalau untuk sarapan, 1 porsi bihun bebek bisa untuk sharing dengan 2 orang kok. Aku dan Marthin pasti akan mampir lagi ke sini kalau punya kesempatan jalan-jalan ke kota Medan.

Oh ya, salah satu jajanan yang wajib aku beli kalau mampir ke Jl. Selat Panjang adalah Cheong Fun (rice noddle roll) yang bisa di beli di bagian jajanan kue Medan sepanjang Jl. Selat Panjang. Sebenarnya makanan ini lebih kepada kuliner nostalgia masa kecilku ketika dulu tinggal di Medan. 
Perpaduan rice noddle, bawang goreng dan cabe yang membuat makanan ini jadi salah satu makanan favoritku. 


Kalau ke Medan, jangan lupa mampir ke Kwetiau Ateng yang berlokasi di Jl. S. Parman No.52a, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara 20112. Bagi saya, ini kwetiau paling enak yang pernah saya coba selama ini. 
Karena waktu yang terbatas, jadi kami memesan via gojek saja dan makan di hotel tengah malam (sekitar jam 11 malam).. Bye Bye Diet :)


Satu lagi tempat yang wajib di kunjungi ke kota Medan adalah Durian Ucok. Pasti semuanya tidak asing dengan kuliner ini. Bahkan saking famous nya, Durian Ucok sudah jadi list oleh-oleh dari kota Medan. Malam ke dua di Medan, kami menyempatkan mampir untuk makan Durian. 

Enaknya kalau makan langsung di sini, kita bisa request durian yang kita mau seperti apa. Mau yang manis, pahit, rasanya light atau heavy (seperti mentega), ukuran besar atau kecil, semuanya bisa dipenuhi. Kalau memang tidak cocok, abang-abang petugas tidak sungkan untuk mengganti dengan durian yang baru tanpa harus membayar double. Muka puas dan happy terlihat dari raut wajah semua pengunjung setelah selesai menyantap Durian Ucok. 




Bagi para pecinta durian, pastikan jangan lupa mampir ke sini yah ..

Sebenarnya checklist kuliner Medan yang aku punya banyak banget, tetapi untuk jalan-jalan super singkat kali ini, sepertinya aku dan Marthin sudah cukup optimal untuk mencoba kuliner favorit kami. 

Semoga next time punya kesempatan jalan-jalan ke Medan lagi dan semoga tulisan kali ini bermanfaat bagi kalian yang punya rencana untuk mampir ke kota Medan.


Terimakasih sudah membaca tulisan ini yah :)

You Might Also Like

0 comments