Pages

  • Home
  • Diary Pages
  • Pregnancy Journey
  • Motherhood
  • Beauty
  • Travel
linkedin twitter instagram
Diary of Shalom Audrey
    • Diary Pages
    • Pregnancy Journey
    • Motherhood
    • Beauty
    • Travel


    Belum sampai pertengahan tahun 2020, tetapi banyak sekali peristiwa yang telah terjadi di tahun ini. Hal yang tidak pernah dibayangkan semua orang dimana pandemi Virus Corona menyebar secara cepat dan sangat mematikan. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk melakukan aktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Setiap keluarga pasti mengalami perubahan besar dengan wabah virus ini. Yang biasanya bisa berkegiatan normal di luar rumah, bisa bersosialisi dengan banyak orang dan berkumpul dengan teman dan keluarga, tetapi sekarang aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan untuk sementara waktu.


    Saya mencoba mengambil hikmah dari peristiwa virus Corona ini sebagai moment untuk lebih focus kepada keluarga , karena pada akhirnya semua akan dimulai dari keluarga. 

    Sejak minggu ke-4 bulan Maret, perusahan tempat saya bekerja mengeluarkan kebijakan untuk bekerja dari rumah (Working From Home). Saya dituntut menjadi ibu multi tasking yang tetap harus menyelesaikan pekerjaan kantor dan juga melaksanakan aktivitas ibu rumah tangga dan mengurus anak secara bersamaan. Awalnya terasa berat, tetapi makin lama saya semakin menikmati dan mensyukurinya sebagai sesuatu hal yang positif.


    Semakin lama saya berdiam di rumah, semakin banyak hal baru yang saya pelajari dan bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Di antaranya :

    1. Punya waktu lebih banyak untuk mencoba berbagai macam resep masakan.
    Sejak di rumah saja, saya punya banyak waktu untuk memasak dan membuat kue sambil mencoba resep-resep baru. Untungnya Shalom sangat gemar memasak dan membuat kue, sehingga saya bisa mengajaknya untuk memasak bersama. Shalom cukup kooperatif dan membantu saya banyak hal dalam proses masak-memasak. Apalagi sejak di rumah saja, bawaannya jadi lapar terus sehingga aktivitas memasak di dapur semakin intensif saya kerjakan.








    2. Melakukan DIY (Do It Yourself) project dan aktivitas kreatif bersama anak
    Saya menggunakan waktu di rumah aja untuk mengajak Shalom membuat project DIY dan kegiatan kreatif bersama Shalom. Bagi yang mengikuti aktivitas Shalom di Instagram, sejak kecil dia mempunyai kecintaan untuk bereksperimen dan melakukan kegiatan art dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Setiap hari, ada saja hal baru yang kami kerjakan berdua untuk mengisi waktu dan meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak. Rasanya senang sekali bisa beraktivitas bersama.





    3. Meluangkan waktu untuk belajar dari rumah, mengajarkan anak kegiatan membaca, menulis, menggambar dan mewarnai.

    Sejak kegiatan sekolah juga difokuskan di rumah, maka saya juga meluangkan waktu untuk menemani Shalom belajar secara online dengan guru dan teman-teman kelasnya. 


    Selain itu, ada beberapa tugas yang diberikan pihak sekolah untuk mengisi waktu luang anak sambil memastikan progress akademis anak-anak tetap terpantau. Selama di rumah saja, Shalom cukup aktif untuk belajar membaca, menulis dan kegiatan menggambar dan mewarnai tanpa ada paksaan dari saya. 





    Akhir-akhir ini, buku little people big dreams menjadi favoritnya. Terselip doa mama dan papa agar Shalom bisa menjadi orang sukses suatu saat nanti seperti tokoh-tokoh hebat yang dibacanya.


    4. Decluttering barang-barang yang ada di rumah
    Aktivitas decluttering (merapikan barang, membuang yang tidak perlu, re-organize barang-barang) merupakan pemandangan yang sering terjadi di keluarga kecil saya. Saya memakai kesempatan ini untuk berbagi barang dan baju yang layak pakai kepada pekerja-pekerja yang ada di rumah saya, donasi untuk anak panti asuhan dan juga menjual barang-barang yang pernah saya beli dengan harga miring. Senang sekali bisa berbagi hal baik kepada orang lain


    5. Make time for yourself
    Walau di rumah saja, sebagai ibu terkadang saya juga ingin punya waktu untuk diri sendiri. Cara yang saya lakukan adalah dengan menyediakan waktu untuk berolah raga ringan di luar rumah. Di masa pandemi ini, biasanya saya memilih untuk berlari di jam yang sepi dan kemungkinan interaksi dengan orang lain sangat minim. Setelah berlari, akan ada tambahan energi baru untuk menjalani hari.


    Selain itu, saya juga mengambil waktu untuk merawat wajah dengan mencoba berbagai macam masker sebagai terapi baik untuk tidak melupakan diri sendiri. Kalau penasaran dengan masker apa saja yang dicoba, saya akan bahas di blog berikutnya.


    6. Membangun mezbah keluarga
    Saya percaya bahwa kejadian Virus Corona diizinkan terjadi agar manusia bisa ingat kepada Sang Pencipta. Banyak hal yang berubah dalam rutinitas keagamaan dan yang paling significant bagi saya pribadi adalah pemberhentian sementara untuk beribadah di gedung ibadah. 

    Apakah sebagai manusia kita akan menjauh dari Tuhan? Saya menggambil sikap untuk semakin fokus pada Tuhan dengan membangun mezbah keluarga, yaitu membangun kehidupan doa yang lebih intensif, mempunyai waktu lebih banyak untuk belajar lagi tentang kebenaran Firman Tuhan. Saya merasakan ketenangan dalam hati dan jiwa, semakin menyadari kelemahan saya sebagai manusia dan betapa saya membutuhkan Tuhan untuk memberikan kekuatan.



    Mari kita terus memanjatkan doa tak putus-putusnya kepada Tuhan agar virus Corona ini segera hilang dan kita kembali kepada rutinitas normal. Dan bila semuanya sudah kembali seperti sedia kala, saya akan tetap melaksanakan 6 aktivitas positif yang saya bahas di blog ini. Semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman sekalian.

    Terimakasih sudah mampir di blog saya.


    Continue Reading

    Hello semuanya… Time flies so fast, tidak berasa sudah masuk tahun 2020.

    Banyak sekali harapan yang saya tuliskan ketika memasuki tahun 2020. Salah satunya adalah berharap akan kesehatan yang lebih baik di tahun ini. Saya merasakan bahwa kerja keras dan keberhasilan tiada gunanya apabila kita tidak sehat dan sering sakit-sakitan. Kesehatan yang saya idamkan bukan hanya menyangkut kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan hati dan pikiran.  Tentunya, saya ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya dan hidup semakin dekat dengan Tuhan.


    Sejak Januari kemarin, tepatnya setelah saya berulang tahun, keinginan untuk hidup sehat semakin saya prioritaskan. 


    Saya semakin rajin berolahraga, khususnya olahraga berlari. Saya menemukan keasikan tersendiri ketika berlari, dimulai dari jarak pendek sampai akhirnya melatih diri saya untuk bisa berlari dengan jarak yang lebih jauh. Dengan berlari, saya merasa kesehatan fisik saya semakin baik. Terlebih lagi, pikiran saya semakin positif dalam menjalani hari-hari saya di tahun ini. Ada saatnya saya merasa tidak sanggup dan ingin berhenti, tetapi dengan motivasi yang positif, saya berhasil menaklukkan semua pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam benak saya.


    Biasanya dalam 1 minggu saya akan berlari sebanyak 4-5 kali. Easy run sejauh 3-4 km dengan rute yang bervariasi seputaran camp Rumbai dan ketika weekend akan berlari dengan rute lebih panjang (5-10 km). Masih sebatas jarak terjauh 10 km, tetapi saya berharap suatu hari nanti saya bisa berlari lebih jauh lagi dengan latihan teratur.
    Dengan semua rutinitas kerja, mengurus anak, saya berusaha komit untuk berlari dan memberikan kesempatan bagi saya sendiri untuk melakukan “me time” dengan berlari.


    Tidak hanya saya saja yang mulai rajin untuk berolahraga, Marthin juga ikut menemani saya berlari. Setidaknya, 1-2 kali dalam seminggu, kami berdua berlari bersama dan menikmati kebersamaan berdua setelah pulang kantor. Hidup menjadi lebih seimbang dan lebih berkualitas.


    Puji Tuhan, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, disamping kondisi tubuh yang lebih fit, berat badan yang berhasil turun ke angka berat badan normal, saya juga berhasil mengurangi stress dan berdampak pada sikap hidup yang lebih sabar dan lebih mindful.


    Kalau saya sudah memulai pola hidup sehat di tahun 2020, saya harap teman-teman juga mempunyai semangat untuk hidup lebih sehat di tahun 2020. 

    Sukses untuk kita semua di tahun 2020😊

    Continue Reading

    Ada hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata tetapi lebih bermakna jika di ungkapkan dengan tulisan. Ada saatnya mulut tak bisa mengucapkan kata tapi perasaan dapat dirangkai dalam sebuah tulisan.

    Hari-hari terakhir ini banyak sekali pasang surut kehidupan yang saya alami. Saya terlalu sibuk dengan masalah saya. Tanpa sadari ternyata saya butuh untuk diam, memberikan waktu untuk diri saya sendiri agar berhenti sejenak.



    Ada saat dimana saya merasa sedih, merasa hilang harapan dan terkadang putus asa dalam menghadapi masalah. Hidup saya penuh dengan kekhawatiran, saya berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan saya sendiri. Hal itu ternyata membuat kondisi diri saya menjadi tidak lebih baik. Saya gampang murung, emosi, dan secara psikologis saya merasa capek.

    Sampai akhirnya saya belajar “The Power of Gratitute” dan hal itu yang mengubahkan hidup saya. Ada energi positif ketika saya bersyukur, ada semangat ketika saya mengucapkan semua kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Terlebih lagi, saya merasa ada sukacita ketika mulut saya berkata : "Terimakasih Tuhan”.

    Terapi Gratitute ini saya peroleh dari seorang Hamba Tuhan lewat ibadah di Hari Minggu mengenai kekuatan dari hati yang penuh syukur. 
    Tipsnya sebagai berikut :
    1. Tuliskan pada jurnal, catatan kecil ataupun selular phone anda, hal apa saja yang kamu syukuri sepanjang hari (dimulai dari bangun pagi hari sampai malam hari sebelum tidur)
    2. Kelompokkan ucapan syukur tersebut menjadi 3 kelompok besar, yaitu : 
      - Spiritual yaitu mensyukuri hal-hal yang menyangkut hubungan kita dengan Tuhan ;
      - Physical yaitu rasa syukur berkaitan dengan fisik atau jasmani ;
     - Relationship yaitu ungkapan syukur yang berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama

    Saya ambil contoh sebagai berikut :
    -  Spiritual : Hari ini saya mendengar lagu rohani yang berjudul " Mujizat dalam bersyukur". Saya dikuatkan walaupun sedang mengalami banyak masalah
    -  Physical : Saya mengucap syukur bisa bangun tidur dengan kondisi organ tubuh yang berfungsi dengan baik 
    -  Relationship : Saya bersyukur karena bisa bertemu dengan Ayu, teman baik saya saat SMA ketika berlibur di Bandung bulan Oktober kemarin.
    3. Lalu baca dan renungkan setiap harinya sebelum akan memulai aktivitas. Hal ini bisa memberikan semangat baru saat menjalani aktivitas sehari-hari.

    Nah, kalian bisa mulai menulis apapun bentuk ucapan syukur, mulai dari hal yang sederhana sampai yang luar biasa (from A to Z) setiap harinya. Saya sudah mencoba mempraktekkan hal ini dan Puji Tuhan, hati saya merasa lebih tenang dalam menghadapi setiap persoalan yang ada. Percayalah dengan bersyukur, hal-hal baik akan hadir di dalam hidupmu.

    Mari mencoba terapi ini. Selamat mempraktekkan :)


    Continue Reading

    Ga berasa sudah masuk bulan October dan begitu banyak moment penuh syukur yang saya alami di bulan ini. Salah satu moment bahagia tersebut adalah kelulusan Marthin yang berhasil meraih gelar MBA (Master of Business Administration) dari Universitas ITB. 

    Saya melihat perjuangan Marthin selama dua tahun terakhir ini sangat luar biasa. Harus tetap bekerja di kantor, menghadapi perjalanan hidup yang up and down. Terkadang, liburan bersama keluarga harus tertunda, belum lagi harus menyelesaikan tugas yang banyak banget dan berpacu dengan dateline. Rasanya gemes pengen ikut bantuin,  tapi apa daya hanya bisa bantu dalam doa. Belum lagi harus berkendara dari Duri - Rumbai (3 jam perjalanan) selama kurang lebih 1 tahun sebelum akhirnya kami sekeluarga pindah ke Rumbai, tempat Marthin berkuliah..

    Tapi..semuanya terbayar dengan indah dan berbuahkan hal manis..

    Tak kalah bangganya saya, ketika nama Marthin disebut sebagai lulusan dengan nilai sangat memuaskan (cumlaude). Kerja keras dan semua usahamu tak sia-sia, pa. Di balik itu smua, ada doa istri, anak, orangtua dan orang-orang yang begitu mengasihimu sehingga akhirnya sukacita kelulusan ini diperoleh.


    Bercerita sedikit mengenai perjalanan di bulan Oktober ini..

    Saya, Marthin dan Shalom berangkat ke Bandung untuk merayakan wisuda sekaligus berkumpul bersama anggota keluarga. Sebelum acara wisuda diadakan hari Sabtu, 19 October; pihak kampus SBM ITB mengadakan acara graduation night di Hotel Intercontinental, Dago Pakar di hari Kamis 17 October. Moment ini sekaligus kami gunakan untuk berlibur sembari menginap di hotel ini.


    Rejeki Shalom, kamar yang kami pesan di upgrade oleh pihak hotel menjadi Suites Room. Keseruan menginap di hotel ini tidak lupa saya abadikan.

    Dimulai dari pemandangan dari luar kamar yang sangat indah dan bisa memandang kota Bandung dari kejauhan..


    Dilanjutkan dengan suasana kamar yang nyaman dan super keren...






    Kami juga menikmati fasilitas yang disediakan di hotel ini, seperti kolam renang dan kids club, tempat khusus yang di design untuk anak-anak bermain sepuasnya. Shalom begitu happy dan excited.






    Ditambah lagi, breakfast yang super enak dengan pilihan menu makanan minuman yang super lengkap. Kami sekeluarga sangat menikmati sajian sarapan di hotel ini. Segelas hot cappucino menutup sarapan pagi saya hari itu. Rasa kopinya enak banget :)



                                                         *****

    Acara graduation night yang diadakan pihak kampus juga menarik perhatian saya untuk di share. Berikut beberapa foto yang berhasil saya capture, berisi foto kebersamaan keluarga kami dan kebahagiaan Marthin bersama teman-teman mahasiswa/i seperjuangan dari kota Riau. 









                                                             *****

    Di hari Sabtu, 19 October 2019 pukul 2 siang, acara wisuda dilaksanakan. Pagi harinya, kami sekeluarga berfoto bersama di studio foto terlebih dahulu sebelum pergi ke Gasibu. Dan ternyata kemacetan hari itu luar biasa parah. Sampai akhirnya, Marthin memutuskan untuk naik gojek karena takut terlambat, sedangkan saya dan kedua orangtua kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan menyetir mobil. Thank God, kami bisa sampai dengan selamat dan tepat waktu. 

    Hari itu, senang sekali rasanya bisa menyaksikan moment wisuda Marthin. Ketika namanya dipanggil maju ke depan, air mata saya pun berlinang teringat  semua perjuangannya selama ini. Tangis haru bercampur rasa bahagia.







    Seluruh keluarga ikut bersukacita merayakan kelulusan Marthin dan bersyukur atas semua proses yang telah dilalui. Doa saya pribadi sebagai istri agar suamiku Marthin senantiasa sehat dan semakin bersinar karirnya, tetap punya hati yang rendah hati dan mau terus belajar.


    Thank You God for Blessing Me Much More than I Deserve:) 

    Terimakasih sudah membaca blog saya. Semoga yang membaca tulisan saya ini, ikut berbahagia seperti yang rasa rasakan saat ini.

    Continue Reading
    Older
    Stories

    Profile

    Profile

    About me

    Diary Of Shalom Audrey

    working mom who loves her beautiful daughter so much ; romantic wife ; caring and persistence. For sure, she is the happiest mom on earth

    Search This Blog

    Follow Us

    • Twitter
    • Instagram

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  February 2022 (1)
        • Skincare Journey with Jafra Cosmetic
    • ►  2020 (4)
      • ►  November 2020 (1)
      • ►  June 2020 (1)
      • ►  May 2020 (1)
      • ►  February 2020 (1)
    • ►  2019 (22)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (2)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  August 2019 (2)
      • ►  July 2019 (2)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (5)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  March 2019 (2)
      • ►  February 2019 (2)
    • ►  2018 (42)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (2)
      • ►  July 2018 (6)
      • ►  June 2018 (7)
      • ►  May 2018 (10)
      • ►  April 2018 (8)
      • ►  March 2018 (1)
    • ►  2017 (4)
      • ►  July 2017 (1)
      • ►  June 2017 (3)
    • ►  2016 (16)
      • ►  July 2016 (4)
      • ►  May 2016 (3)
      • ►  April 2016 (6)
      • ►  March 2016 (3)

    Popular Posts

    • 7 Bulanan Adat Batak - PASAHAT ULOS MULA GABE
    • SKINCARE DURING PREGNANCY
    • Beauty Product Review: Laneige Clear C Advanced Effector
    • Trimester 2- Young Living Essential Oils Review

    Visit My Online Shop

    • Houseofcaio

    Total Pageviews

    Member Of :

    Blogger Perempuan
    Twitter Instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top