Pages

  • Home
  • Diary Pages
  • Pregnancy Journey
  • Motherhood
  • Beauty
  • Travel
linkedin twitter instagram
Diary of Shalom Audrey
    • Diary Pages
    • Pregnancy Journey
    • Motherhood
    • Beauty
    • Travel


    Tepat satu minggu lalu, saya dan Marthin menghadiri acara graduation yang diadakan oleh sekolah Shalom (Pekanbaru Montessori School). Di hari itu, Shalom ikut berpartisipasi untuk menari bersama teman-teman satu kelasnya sebagai rangkaian acara kelulusan teman-teman Shalom yang akan menuju Sekolah Dasar (SD).




    Saya dan Marthin sangat antusias untuk hadir, terutama karena kami berdua akan melihat penampilan perdana Shalom menari di depan banyak orang. Setelah sebelumnya di bulan Desember 2018, Shalom batal untuk perform dalam rangka perayaan Natal sekolah karena dia terkena demam tinggi saat itu.

    Kalau boleh flashback sedikit, Shalom yang sekarang sudah jauh berbeda dengan Shalom saat berumur 2 tahun. Dia bukan lagi anak pemalu yang takut akan keramaian. Awalnya, saya pribadi sempat ragu apakah Shalom akan mau tampil di acara graduation? Apakah moodnya akan baik sepanjang menari? Karena saya sadar, mood swing Shalom yang masih up and down, bisa membuatnya berubah pikiran dalam sesaat dan menolak untuk tampil di depan umum.



    Thank God, ketakutan saya tidak terjadi. Untuk pertama kalinya saya melihat Shalom menari di depan banyak orang, mengikuti gerakan yang sudah diajarkan oleh guru-gurunya. Big thanks for Shalom’s teachers : Miss Uli, Miss Selma dan Miss Anna. All of you are precious for us 😊


    Saya dibuat terharu dan berkaca-kaca saat melihat Shalom tampil di atas panggung. Rasanya ingin freeze time dan melihatnya terus menari. Kenapa? Karena setelah tariannya selesai, akan sangat sulit untuk meminta Shalom kembali mengulangi gerakan tariannya. Untungnya, kami berhasil merekam performance dance Shalom dan teman-temannya. Anytime, kami bisa memutar kembali video tersebut.




    Shalom selalu berhasil membuat mama papa bangga akan sosoknya yang luar biasa. Harta terindah yang Tuhan berikan di kehidupan pernikahan saya dan Marthin. Doa mama dan papa agar Shalom bisa tumbuh menjadi anak yang selalu membanggakan dan punya hati yang besar bagi sesama.


    Btw, acara graduation yang diselenggarakan oleh Montessori School sangat berkesan bagi kami. Bertema Candy Land, dekorasi yang dipersiapkan sangat bagus, konsep acara tertata dengan rapi, dan pastinya semua tamu yang hadir merasa bahagia. It was really great event. Good team work untuk semua yang terlibat di acara ini.




    Rasanya ga sabar menunggu acara graduation berikutnya tahun depan. Dan semoga Shalom bisa ikut berpartisipasi untuk event lainnya di Montessori School. 

    “Children are human beings to whom respect is due, superior to us by reason of their innocence and of the greater possibilities of their future.” ― Maria Montessori

    Continue Reading




    Belakangan saya merasakan ujian hidup yang membuat saya semakin belajar banyak hal. Ujian tersebut lebih kepada ujian kesabaran, karena banyak sekali peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini diluar apa yang saya rencanakan bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

    Pertama, saya diperhadapkan pada situasi kehilangan pengasuh Shalom yang sudah merawatnya selama 3 tahun dan belajar menyesuaikan dengan pengasuh yang baru. Semua menjadi berat karena harus memulai dari awal, proses adaptasi Shalom dengan mba nya, kebiasaan yang sudah ada selama ini dan harus menata konflik internal dengan para pekerja di rumah yang ternyata terjadi juga pada saya a.k.a drama ART.

    Kedua, menyadari bahwa tidak semua orang menyukai saya dalam hubungan pertemanan dan sosialisasi saya dengan sesama. Menyadarkan saya untuk belajar memaafkan mereka yang berbuat tidak baik pada saya dan tetap menjadi diri saya apa adanya tanpa harus memakai topeng “kemunafikan”.
    source : pinterest

    Ketiga, kehilangan semangat karena “merasa gagal”. Mengalami intimidasi pada diri sendiri sehingga emosi saya menjadi tidak stabil dan berubah menjadi sosok yang murung. Puji Tuhan, saya punya Marthin, partner hidup saya yang sangat suportif. Dengan diskusi ringan dan saran yang logis (inilah kelebihan Marthin dibandingkan saya yang super perasa), sehingga perasaan penuh intimidasi itu akhirnya hilang. 

    Selain diskusi, banyak cara yang Marthin lakukan untuk mengobati kesedihan saya, seperti mengajak makan berdua di sore hari (seperti sedang pacaran), mengajak saya ke taman bermain di dekat rumah, bahkan memasak steak sebagai perhatiannya pada saya.  Saya berhasil melewati proses ini karena energi positif Marthin yang menjadi booster untuk menjalani hari- hari ke depan.




    Keempat, saya dihadapkan pada ujian “Shalom sakit”. Saya benar-benar kaget saat seluruh tubuh Shalom mengalami kemerahan dan rasa gatal yang hebat di malam hari. Saya harus 2 kali ke rumah sakit dalam 1 minggu, memeriksakan Shalom ke dokter spesialis anak dan juga dokter spesialis kulit dan kelamin. Melihat Shalom tetap tersenyum dan semangat walau badannya kemerahan dan gatal-gatal, membuat kesedihan saya berubah dari semangat untuk merawatnya agar segera sembuh ditengah pekerjaan kantor yang super banyak dan dikejar dateline.




    Saya yakin, tidak selamanya saya ada di dalam situasi sulit seperti ini. Suntikan semangat dari suami, anak, keluarga dan teman baik selalu menjadi obat mujarab untuk sembuh dari luka kesedihan dan  kekecewaan. 


    Semoga setiap pelajaran hidup yang sedang kita alami, terus mengingatkan kita untuk selalu bersyukur saat sedang baik atau tidak baik keadaan kita. Terus berdoa pada Tuhan agar diberi kekuatan.


    Continue Reading

    Hubunganku dan Shalom boleh di bilang sangat intim. Ya, kami berdua saling posesif dan semenjak makin jelas berbicara dua arah, Shalom pun sudah bisa mengutarakan apa keinginannya walaupun masih belum sepenuhnya sempurna untuk merangkai kata.

    Tak biasanya Shalom rewel super lebay dan ditanya kenapa sih Shalom nangis ga jelas? Kali ini Shalom diam saja dan tidak menjawab pertanyaanku. 

    Memang sebelumnya aku bilang ke Shalom kalau mama besok pagi akan ke Jakarta dimana ini kali pertama mama ninggalin Shalom ke luar pulau. Keluar kota Duri saja rasanya berat dan penuh drama, apalagi sampai harus ninggalin ke Jakarta..Jadi aku simpulkan dia punya feeling kalau mau ditinggal mamanya pergi dan malam harinya tidur sampai larut malam karena pengen main dengan mama..hehehe...
    Nangis terus sehari sebelum ditinggal mama ke Jakarta

    Traveling kali ini memang tidak direncanakan untuk meninggalkan Shalom, tapi karena Shalom baru sembuh dari sakit..ya akhirnya Shalom harus di tinggal demi kebaikannya juga.

    Yang lucunya, setiap ninggalin Shalom pasti aku ga bisa ajak telepon or video call. Kenapa ga bisa? Karena setiap dengar suara mama atau muka mama pasti anak ini akan histeris dan sulit sekali mendiamkannya dari tangisan. Sudah beberapa kali dicoba, tapi tetap saja anak ini histeris.

    Jadi aku hanya bisa menerima update kabar Shalom via chat dengan Marthin dan menerima foto aktivitas Shalom sepanjang hari. Seriously, ini menyiksa banget...ini kali yah yang namanya rindu berlebihan, sampai tidur malam pun sulit banget (4-5 jam doank sehari, padahal biasanya durasi tidurku 7-8 jam sehari)..

    Bersyukur juga di Jakarta bisa bertemu keluarga besarku dan juga saudaraku yang tinggal di Houston yang kebetulan sedang jalan-jalan ke Jakarta. Mereka cukup berhasil membuat rasa kangenku pada Shalom terobati.





    Kalau kangen sama papa nya Shalom diobati dengan makan-makanan favoritnya kalau jalan-jalan ke Jakarta...hehehe..




    Dua hari tanpa Shalom dan Papa menyadarkan aku betapa berartinya mereka di hidupku. Puji Tuhan untuk semua kebaikan Tuhan selama solo travel kemarin, perjalanan lancar, semua urusan dimudahkan dan yang pasti bisa kembali ke Duri bertemu orang terkasih merupakan ungkapan syukurku pada Tuhan yang begitu baik.



    Continue Reading
    Older
    Stories

    Profile

    Profile

    About me

    Diary Of Shalom Audrey

    working mom who loves her beautiful daughter so much ; romantic wife ; caring and persistence. For sure, she is the happiest mom on earth

    Search This Blog

    Follow Us

    • Twitter
    • Instagram

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  February 2022 (1)
        • Skincare Journey with Jafra Cosmetic
    • ►  2020 (4)
      • ►  November 2020 (1)
      • ►  June 2020 (1)
      • ►  May 2020 (1)
      • ►  February 2020 (1)
    • ►  2019 (22)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (2)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  August 2019 (2)
      • ►  July 2019 (2)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (5)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  March 2019 (2)
      • ►  February 2019 (2)
    • ►  2018 (42)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (2)
      • ►  July 2018 (6)
      • ►  June 2018 (7)
      • ►  May 2018 (10)
      • ►  April 2018 (8)
      • ►  March 2018 (1)
    • ►  2017 (4)
      • ►  July 2017 (1)
      • ►  June 2017 (3)
    • ►  2016 (16)
      • ►  July 2016 (4)
      • ►  May 2016 (3)
      • ►  April 2016 (6)
      • ►  March 2016 (3)

    Popular Posts

    • 7 Bulanan Adat Batak - PASAHAT ULOS MULA GABE
    • SKINCARE DURING PREGNANCY
    • Beauty Product Review: Laneige Clear C Advanced Effector
    • Trimester 2- Young Living Essential Oils Review

    Visit My Online Shop

    • Houseofcaio

    Total Pageviews

    Member Of :

    Blogger Perempuan
    Twitter Instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top