Pages

  • Home
  • Diary Pages
  • Pregnancy Journey
  • Motherhood
  • Beauty
  • Travel
linkedin twitter instagram
Diary of Shalom Audrey
    • Diary Pages
    • Pregnancy Journey
    • Motherhood
    • Beauty
    • Travel

    Sudah jarang banget saya mereview lip product. Memang selama ini saya fokus untuk menghabiskan lipstick yang masih tersisa dan belum berpikir untuk mencoba lipstick baru. Setelah cukup lama stop beli lipstick baru, tiba-tiba saya jatuh hati dengan varian lipstick terbaru BLP Beauty. Brand BLP pastinya tidak asing bagi teman-teman sekalian, brand lokal yang dicintai banyak wanita Indonesia karena secara kualitas emang sebagus itu.

    Kebetulan baru-baru ini, BLP Beauty mengadakan annual sale. Jadi saya pun gercep alias gerak cepat untuk membeli varian lipstick terbaru mereka, yaitu Lip Bullet. Mungkin saya agak telat mencobanya, tapi belum terlambat untuk membuat reviewnya.


    Packaging
    Saya suka banget dengan packaging dari lip bullet BLP ini. Seperti yang sudah kita tahu, design BLP memang minimalis banget tapi kesan classy terlihat jelas. Lipstick terlindungi dalam packaging yang sturdy, sehingga tidak mudah patah. Lip bullet ini berbentuk batang, sehingga penting untuk memastikan bahan packagingnya kokoh. Mungkin berbeda dengan liquid lipstick yang tidak begitu menjadi concern dari sisi packaging. Warna packaging merepresentasikan shade lipstiknya, jadi tidak jauh berbeda antara warna cover lipstick dengan warna asli lipstik. Pokoknya gampang untuk mengenali shade lipstiknya.

    Formula
    Tekstur lip bullet ini sangat nyaman di bibir, formulanya ringan dan tidak membuat bibir kering, sehingga cocok banget untuk dipakai seharian. Ketahanan lipstick di bibir juga cukup awet dan pilihannya wearable banget untuk dipakai dalam segala situasi.
    Tapi perlu diingat, lipstick ini hasilnya adalah matte. Walaupun matte finish, tidak bertahan 100% di bibir jika dipakai saat makan atau minum. Tetap ada bagian yang memudar dan saat di re-touch maka hasil akhirnya tetap membuat bibir lembab.


    Price
    Satu buah lip bullet dapat dibeli dengan harga 129,000 rupiah. Karena kebetulan saya membelinya saat ada event sale, saya bisa membeli dengan harga 96,000 rupiah saja. Dan so far, saya tidak menyesal membeli lipstick ini.

    Available Shade  
    Varian lip bullet ada 4, yaitu; Pavlova, Licorice, Canolli dan Biscotti.

    source : www.blpbeauty.com 
    1. Pavlova merupakan shade yang lebih terang dibanding shade Canolli. Warnanya light beige bercampur dengan dusty pink dan cocok dipakai untuk riasan yang memfokuskan pada bagian mata (smokey eyes) 
    2. Licorice mengingatkan saya pada blp liquid lipstick blp, shade bloody marry. Warnanya adalah deep brown and red. Cocok banget untuk dipakai saat acara resmi seperti pesta pernikahan atau nonton konser musik untuk kesan tampilan yang edgy
    3. Cannoli mempunyai shade lebih gelap dari Pavlova dengan dominan warna dusty pink, sehingga sangat cocok untuk menjadi warna pilihan yang dipakai sehari-hari
    4. Biscotti yang merupakan shade favorit saya. Warnanya peachy brown, sangat natural untuk dipakai harian dan cocok untuk semua warna kulit.
    Overall Review
    Secara keseluruhan saya suka sekali dengan lipstick ini, mulai dari formula, packaging dan juga harganya yang sebanding dengan kualitasnya. Saya merekomendasikan lipstik ini untuk dicoba oleh para wanita Indonesia di segala usia.

    Minggu lalu saya memakai lipstick lip bullet shade Biscotti saat melakukan photo session. Warna nya cantik sekali dan pastinya wajib menjadi lipstick andalan sehari-hari.


    Thank you sudah mampir di tulisan saya kali ini.


    Continue Reading


    Belum sampai pertengahan tahun 2020, tetapi banyak sekali peristiwa yang telah terjadi di tahun ini. Hal yang tidak pernah dibayangkan semua orang dimana pandemi Virus Corona menyebar secara cepat dan sangat mematikan. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk melakukan aktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Setiap keluarga pasti mengalami perubahan besar dengan wabah virus ini. Yang biasanya bisa berkegiatan normal di luar rumah, bisa bersosialisi dengan banyak orang dan berkumpul dengan teman dan keluarga, tetapi sekarang aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan untuk sementara waktu.


    Saya mencoba mengambil hikmah dari peristiwa virus Corona ini sebagai moment untuk lebih focus kepada keluarga , karena pada akhirnya semua akan dimulai dari keluarga. 

    Sejak minggu ke-4 bulan Maret, perusahan tempat saya bekerja mengeluarkan kebijakan untuk bekerja dari rumah (Working From Home). Saya dituntut menjadi ibu multi tasking yang tetap harus menyelesaikan pekerjaan kantor dan juga melaksanakan aktivitas ibu rumah tangga dan mengurus anak secara bersamaan. Awalnya terasa berat, tetapi makin lama saya semakin menikmati dan mensyukurinya sebagai sesuatu hal yang positif.


    Semakin lama saya berdiam di rumah, semakin banyak hal baru yang saya pelajari dan bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Di antaranya :

    1. Punya waktu lebih banyak untuk mencoba berbagai macam resep masakan.
    Sejak di rumah saja, saya punya banyak waktu untuk memasak dan membuat kue sambil mencoba resep-resep baru. Untungnya Shalom sangat gemar memasak dan membuat kue, sehingga saya bisa mengajaknya untuk memasak bersama. Shalom cukup kooperatif dan membantu saya banyak hal dalam proses masak-memasak. Apalagi sejak di rumah saja, bawaannya jadi lapar terus sehingga aktivitas memasak di dapur semakin intensif saya kerjakan.








    2. Melakukan DIY (Do It Yourself) project dan aktivitas kreatif bersama anak
    Saya menggunakan waktu di rumah aja untuk mengajak Shalom membuat project DIY dan kegiatan kreatif bersama Shalom. Bagi yang mengikuti aktivitas Shalom di Instagram, sejak kecil dia mempunyai kecintaan untuk bereksperimen dan melakukan kegiatan art dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Setiap hari, ada saja hal baru yang kami kerjakan berdua untuk mengisi waktu dan meningkatkan kualitas hubungan ibu dan anak. Rasanya senang sekali bisa beraktivitas bersama.





    3. Meluangkan waktu untuk belajar dari rumah, mengajarkan anak kegiatan membaca, menulis, menggambar dan mewarnai.

    Sejak kegiatan sekolah juga difokuskan di rumah, maka saya juga meluangkan waktu untuk menemani Shalom belajar secara online dengan guru dan teman-teman kelasnya. 


    Selain itu, ada beberapa tugas yang diberikan pihak sekolah untuk mengisi waktu luang anak sambil memastikan progress akademis anak-anak tetap terpantau. Selama di rumah saja, Shalom cukup aktif untuk belajar membaca, menulis dan kegiatan menggambar dan mewarnai tanpa ada paksaan dari saya. 





    Akhir-akhir ini, buku little people big dreams menjadi favoritnya. Terselip doa mama dan papa agar Shalom bisa menjadi orang sukses suatu saat nanti seperti tokoh-tokoh hebat yang dibacanya.


    4. Decluttering barang-barang yang ada di rumah
    Aktivitas decluttering (merapikan barang, membuang yang tidak perlu, re-organize barang-barang) merupakan pemandangan yang sering terjadi di keluarga kecil saya. Saya memakai kesempatan ini untuk berbagi barang dan baju yang layak pakai kepada pekerja-pekerja yang ada di rumah saya, donasi untuk anak panti asuhan dan juga menjual barang-barang yang pernah saya beli dengan harga miring. Senang sekali bisa berbagi hal baik kepada orang lain


    5. Make time for yourself
    Walau di rumah saja, sebagai ibu terkadang saya juga ingin punya waktu untuk diri sendiri. Cara yang saya lakukan adalah dengan menyediakan waktu untuk berolah raga ringan di luar rumah. Di masa pandemi ini, biasanya saya memilih untuk berlari di jam yang sepi dan kemungkinan interaksi dengan orang lain sangat minim. Setelah berlari, akan ada tambahan energi baru untuk menjalani hari.


    Selain itu, saya juga mengambil waktu untuk merawat wajah dengan mencoba berbagai macam masker sebagai terapi baik untuk tidak melupakan diri sendiri. Kalau penasaran dengan masker apa saja yang dicoba, saya akan bahas di blog berikutnya.


    6. Membangun mezbah keluarga
    Saya percaya bahwa kejadian Virus Corona diizinkan terjadi agar manusia bisa ingat kepada Sang Pencipta. Banyak hal yang berubah dalam rutinitas keagamaan dan yang paling significant bagi saya pribadi adalah pemberhentian sementara untuk beribadah di gedung ibadah. 

    Apakah sebagai manusia kita akan menjauh dari Tuhan? Saya menggambil sikap untuk semakin fokus pada Tuhan dengan membangun mezbah keluarga, yaitu membangun kehidupan doa yang lebih intensif, mempunyai waktu lebih banyak untuk belajar lagi tentang kebenaran Firman Tuhan. Saya merasakan ketenangan dalam hati dan jiwa, semakin menyadari kelemahan saya sebagai manusia dan betapa saya membutuhkan Tuhan untuk memberikan kekuatan.



    Mari kita terus memanjatkan doa tak putus-putusnya kepada Tuhan agar virus Corona ini segera hilang dan kita kembali kepada rutinitas normal. Dan bila semuanya sudah kembali seperti sedia kala, saya akan tetap melaksanakan 6 aktivitas positif yang saya bahas di blog ini. Semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman sekalian.

    Terimakasih sudah mampir di blog saya.


    Continue Reading

    Hello semuanya… Time flies so fast, tidak berasa sudah masuk tahun 2020.

    Banyak sekali harapan yang saya tuliskan ketika memasuki tahun 2020. Salah satunya adalah berharap akan kesehatan yang lebih baik di tahun ini. Saya merasakan bahwa kerja keras dan keberhasilan tiada gunanya apabila kita tidak sehat dan sering sakit-sakitan. Kesehatan yang saya idamkan bukan hanya menyangkut kesehatan jasmani, tetapi juga kesehatan hati dan pikiran.  Tentunya, saya ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi setiap harinya dan hidup semakin dekat dengan Tuhan.


    Sejak Januari kemarin, tepatnya setelah saya berulang tahun, keinginan untuk hidup sehat semakin saya prioritaskan. 


    Saya semakin rajin berolahraga, khususnya olahraga berlari. Saya menemukan keasikan tersendiri ketika berlari, dimulai dari jarak pendek sampai akhirnya melatih diri saya untuk bisa berlari dengan jarak yang lebih jauh. Dengan berlari, saya merasa kesehatan fisik saya semakin baik. Terlebih lagi, pikiran saya semakin positif dalam menjalani hari-hari saya di tahun ini. Ada saatnya saya merasa tidak sanggup dan ingin berhenti, tetapi dengan motivasi yang positif, saya berhasil menaklukkan semua pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam benak saya.


    Biasanya dalam 1 minggu saya akan berlari sebanyak 4-5 kali. Easy run sejauh 3-4 km dengan rute yang bervariasi seputaran camp Rumbai dan ketika weekend akan berlari dengan rute lebih panjang (5-10 km). Masih sebatas jarak terjauh 10 km, tetapi saya berharap suatu hari nanti saya bisa berlari lebih jauh lagi dengan latihan teratur.
    Dengan semua rutinitas kerja, mengurus anak, saya berusaha komit untuk berlari dan memberikan kesempatan bagi saya sendiri untuk melakukan “me time” dengan berlari.


    Tidak hanya saya saja yang mulai rajin untuk berolahraga, Marthin juga ikut menemani saya berlari. Setidaknya, 1-2 kali dalam seminggu, kami berdua berlari bersama dan menikmati kebersamaan berdua setelah pulang kantor. Hidup menjadi lebih seimbang dan lebih berkualitas.


    Puji Tuhan, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, disamping kondisi tubuh yang lebih fit, berat badan yang berhasil turun ke angka berat badan normal, saya juga berhasil mengurangi stress dan berdampak pada sikap hidup yang lebih sabar dan lebih mindful.


    Kalau saya sudah memulai pola hidup sehat di tahun 2020, saya harap teman-teman juga mempunyai semangat untuk hidup lebih sehat di tahun 2020. 

    Sukses untuk kita semua di tahun 2020😊

    Continue Reading

    Ada hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata tetapi lebih bermakna jika di ungkapkan dengan tulisan. Ada saatnya mulut tak bisa mengucapkan kata tapi perasaan dapat dirangkai dalam sebuah tulisan.

    Hari-hari terakhir ini banyak sekali pasang surut kehidupan yang saya alami. Saya terlalu sibuk dengan masalah saya. Tanpa sadari ternyata saya butuh untuk diam, memberikan waktu untuk diri saya sendiri agar berhenti sejenak.



    Ada saat dimana saya merasa sedih, merasa hilang harapan dan terkadang putus asa dalam menghadapi masalah. Hidup saya penuh dengan kekhawatiran, saya berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan kekuatan saya sendiri. Hal itu ternyata membuat kondisi diri saya menjadi tidak lebih baik. Saya gampang murung, emosi, dan secara psikologis saya merasa capek.

    Sampai akhirnya saya belajar “The Power of Gratitute” dan hal itu yang mengubahkan hidup saya. Ada energi positif ketika saya bersyukur, ada semangat ketika saya mengucapkan semua kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Terlebih lagi, saya merasa ada sukacita ketika mulut saya berkata : "Terimakasih Tuhan”.

    Terapi Gratitute ini saya peroleh dari seorang Hamba Tuhan lewat ibadah di Hari Minggu mengenai kekuatan dari hati yang penuh syukur. 
    Tipsnya sebagai berikut :
    1. Tuliskan pada jurnal, catatan kecil ataupun selular phone anda, hal apa saja yang kamu syukuri sepanjang hari (dimulai dari bangun pagi hari sampai malam hari sebelum tidur)
    2. Kelompokkan ucapan syukur tersebut menjadi 3 kelompok besar, yaitu : 
      - Spiritual yaitu mensyukuri hal-hal yang menyangkut hubungan kita dengan Tuhan ;
      - Physical yaitu rasa syukur berkaitan dengan fisik atau jasmani ;
     - Relationship yaitu ungkapan syukur yang berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama

    Saya ambil contoh sebagai berikut :
    -  Spiritual : Hari ini saya mendengar lagu rohani yang berjudul " Mujizat dalam bersyukur". Saya dikuatkan walaupun sedang mengalami banyak masalah
    -  Physical : Saya mengucap syukur bisa bangun tidur dengan kondisi organ tubuh yang berfungsi dengan baik 
    -  Relationship : Saya bersyukur karena bisa bertemu dengan Ayu, teman baik saya saat SMA ketika berlibur di Bandung bulan Oktober kemarin.
    3. Lalu baca dan renungkan setiap harinya sebelum akan memulai aktivitas. Hal ini bisa memberikan semangat baru saat menjalani aktivitas sehari-hari.

    Nah, kalian bisa mulai menulis apapun bentuk ucapan syukur, mulai dari hal yang sederhana sampai yang luar biasa (from A to Z) setiap harinya. Saya sudah mencoba mempraktekkan hal ini dan Puji Tuhan, hati saya merasa lebih tenang dalam menghadapi setiap persoalan yang ada. Percayalah dengan bersyukur, hal-hal baik akan hadir di dalam hidupmu.

    Mari mencoba terapi ini. Selamat mempraktekkan :)


    Continue Reading

    Untuk sekian kalinya dalam tahun ini saya membahas mengenai skincare brand lokal. Rasanya bahagia banget bisa menemukan "gems" skincare lokal yang pastinya tidak akan kesulitan ketika ingin membelinya. Kali ini, saya tertarik untuk me’review serum dari For Skin Sake (FSS).

    Skincare ini sudah lama menjadi wishlist saya karena banyak sekali review positif dari brand lokal satu ini. FSS mengeluarkan 3 jenis serum, yaitu Hyaluronic Acid, Vitamin C, dan Retinol. Ketiganya sangat laris di pasaran.

    Saya mau membahas Hyaluronic Acid (HA) serum yang kebetulan saya beli dengan harga miring beberapa bulan lalu.



    Packaging :

    Botol serum FSS nya terbuat dari bahan kaca dove, isi serum tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Design botol minimalist dan terkesan classy. Tutup botol berbentuk pipet dan sangat mudah untuk mengeluarkan produk serum.

     

    Ingredients :
    Aqua, Hamamelis Virginiana Water, Cassia Angustifolia Seed Polysaccharide , Glycerin, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Dimethyl Sulfone, Tocopheryl Acetate, Simmondsia Chinensis Oil, Pelargonium Graveolens Oil, Camellia Sinensis Extract, Centella Asiatica Extract, Equisetum Arvense Extract, Taraxacum Officinale Extract, Geranium Maculatum Extract, Hydroxyethyl Ethylcellulose, Carrageenan Gum, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate, Ethylhexylglycerin

    First Impression :
    Pertama kali memakai serum ini, kulit saya menjadi lebih lembab. Teksturnya ringan, tidak terlalu thick tetapi tidak terlalu cair dan gampang sekali menyerap di kulit saya. Pemakaiannya saya gunakan saat ritual skincare di malam hari. Surprisingly besok paginya ketika bangun, kulit wajah saya tampak lebih cerah.


    Overall Review :
    Kandungan Hyaluronic Acid (HA) pada serum ini cocok untuk kondisi kulit saya yang akhir-akhir ini cenderung kering. Setelah pemakaian rutin, saya melihat perubahan kulit wajah saya menjadi lebih lembab, kenyal dan lebih bercahaya.

    Oh ya, pada saat penggunaan awal, setelah menggunakan serum ini ada sensasi cekit di sekitar pipi kanan bawah dan bagian bawah hidung saya. Belakangan, memang jerawat saya sedang muncul di area tersebut, sehingga menjadi lebih sensitive. Tetapi overall, tidak membuat kondisi muka saya jerawatan tetapi malah membantu mencerahkan kulit saya sehingga efek bekas jerawat semakin lama semakin pudar.


    Dan saya cukup boros untuk memakai serum ini, sehingga dalam 1 bulan dengan pemakaian rutin akan habis seketika. Apakah itu berarti saya begitu suka dengan produk ini? Dan apakah saya akan re-purchase lagi?

    Honestly, saya suka banget dengan serum HA ini. Untuk hasil yang maksimal, biasanya saya gabung dengan hadalabo gokyujun premium (yg warna kuning). Kulit saya terlihat plumpy dan lebih sehat.


    Penasaran pengen coba? Silahkan langsung order ke webnya www.forskinsake.com dan dapatkan Hyaluronic Acid (HA) serum berukuran  30 ml dengan harga 225,000 rupiah.

    Demikian review saya kali ini dan terimakasih sudah mampir ke blog saya.

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Profile

    Profile

    About me

    Diary Of Shalom Audrey

    working mom who loves her beautiful daughter so much ; romantic wife ; caring and persistence. For sure, she is the happiest mom on earth

    Search This Blog

    Follow Us

    • Twitter
    • Instagram

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  February 2022 (1)
        • Skincare Journey with Jafra Cosmetic
    • ►  2020 (4)
      • ►  November 2020 (1)
      • ►  June 2020 (1)
      • ►  May 2020 (1)
      • ►  February 2020 (1)
    • ►  2019 (22)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (2)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  August 2019 (2)
      • ►  July 2019 (2)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (5)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  March 2019 (2)
      • ►  February 2019 (2)
    • ►  2018 (42)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (2)
      • ►  July 2018 (6)
      • ►  June 2018 (7)
      • ►  May 2018 (10)
      • ►  April 2018 (8)
      • ►  March 2018 (1)
    • ►  2017 (4)
      • ►  July 2017 (1)
      • ►  June 2017 (3)
    • ►  2016 (16)
      • ►  July 2016 (4)
      • ►  May 2016 (3)
      • ►  April 2016 (6)
      • ►  March 2016 (3)

    Popular Posts

    • 7 Bulanan Adat Batak - PASAHAT ULOS MULA GABE
    • SKINCARE DURING PREGNANCY
    • Beauty Product Review: Laneige Clear C Advanced Effector
    • Trimester 2- Young Living Essential Oils Review

    Visit My Online Shop

    • Houseofcaio

    Total Pageviews

    Member Of :

    Blogger Perempuan
    Twitter Instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top