Pages

  • Home
  • Diary Pages
  • Pregnancy Journey
  • Motherhood
  • Beauty
  • Travel
linkedin twitter instagram
Diary of Shalom Audrey
    • Diary Pages
    • Pregnancy Journey
    • Motherhood
    • Beauty
    • Travel

    Kualitas brand lokal Indonesia sudah tidak kalah bagus dengan produk luar negeri. Dan sebagai anak bangsa, tentunya kita bangga akan pencapaian ini, dan selayaknya juga kita juga harus support karya mereka dengan memakai produk-produk Indonesia.

    Kenapa saya bilang begitu? Karena saya sendiri menemukan banyak sekali brand lokal yang bagus, khususnya produk yang related dengan beauty (skincare and make up). Di tulisan kali ini saya akan review produk lipstick lokal yang sudah saya coba dan bisa di rekomendasikan untuk para wanita Indonesia.



    Stay tune di tulisan saya kali ini yah :)

    1.Luxcrime Lipstick
    Ini lipstick yang saya purchase untuk ketiga kalinya, tapi belum pernah saya bahas di blog. Sekilas namanya hampir mirip dengan brand luar yaitu Lime Crime, tapi jangan sampai salah ya, ini produk lokal kok yang harganya sangat terjangkau di kantong.


    Warna-warna nya wearable banget, dan bisa dipakai untuk pemakaian sehari-hari. Lipstik ini selalu jadi andalan saya saat pergi ke kantor. Terkadang saya juga mengkombinasikan dengan lipstick lokal lainnya (yaitu BLP atau Rollover Reaction).

    Shade Dusty Peach
    Kelebihan lainnya adalah formulanya yang ringan dan tidak membuat bibir kering, sehingga tidak perlu khawatir bagi kalian yang bibirnya cenderung kering, lipstick ini bisa menjaga kelembapan bibir. Untuk ketahanan di bibir, saya bisa bilang sekitar 3-4 jam masih bertahan dengan baik kok.

    Shade favorit saya adalah Dusty Peach, warnanya peach kecoklatan, tidak terlalu pucat dan tidak terlalu gelap. Cocok banget jadi warna andalan saat pergi keluar rumah.


    Shade Dusty Peach
    2. BLP Beauty
    Siapa yang tidak kenal brand yang satu ini, sudah banyak memenangkan beauty award, memang BLP ini recommended untuk dicoba. Sejak muncul di pasaran, saya langsung jatuh cinta dan sampai saat ini masih menjadi teman setia saya untuk urusan lipstick. Selain warnanya yang cantik-cantik banget, formulasinya juga oke dan tahan lama untuk pemakaian 3-4 jam. Biasanya BLP Beauty saya pakai bersamaan dengan lipstick merek lainnya untuk membuat bibir ombre (detail cara create ombre lip bisa dibaca di tulisansaya ini).

    Shade favorit saya adalah Butter Fudge dan Bloody Mary. Kedua ini tidak pernah gagal untuk dipakai sehari-hari. Kalau untuk beraktivitas ke kantor, saya akan mencampur warna Butter Fudge dan Bloody Mary dengan sentuhan yang natural. Dan di malam hari bila saya menghadiri acara di luar rumah, shade Bloody Mary akan membuat riasan make up saya semakin pop up. Laff banget pokoknya dua shade ini.


    Shade Bloody Mary

    3. Rollover Reaction
    Brand ini juga diminati oleh para wanita Indonesia karena warnanya cukup unik dibanding warna-warna lipstick yang ada di pasaran. Yang saya suka dari lipstick ini adalah formulasinya yang ringan banget dan tidak buat bibir kering dan multi fungsi untuk digunakan di bagian wajah yang lain, seperti di pipi sebagai blush on dan juga di kelopak mata sebagai eyeshadow juga bisa.


    Kalau saya sudah kepepet waktu untuk pergi dan tidak banyak waktu untuk dandan, saya akan menggunakan rollover reaction liquid lipstick di bagian bibir, pipi dan kelopak mata saya. Hasilnya pun oke dan terlihat natural.

    Shade favorit saya adalah Sadie. Warnanya campuran pink, coklat dan merah. Cantik banget diaplikasikan di bibir dan cocok untuk lipstick andalan sehari-hari. Selain itu shade Maxwell juga bagus dan merupakan andalan saya untuk tampilan yang lebih classy.




    Shade Maxwell
    4. Make Over Intensive Matte Lip Cream
    Mungkin saya termasuk yang telat untuk mencoba lip cream Make Over. Tapi tidak ada kata terlambat yah untuk memperkenalkan kepada kalian semua kalau lipstik ini ternyata bagus. Selain varian warna yang banyak banget (membuat saya bingung untuk memilih), harganya juga aman banget di kantong. Yang saya suka adalah formulasinya yang tahan lama sekitar 4-5 jam.


    Shade favorit saya adalah Dainty (No.13). Warnanya pink kemerahan, cantik banget untuk tampilan yang bold dan tidak salah juga untuk dipakai sebagai riasan ke kantor. 
    Untuk yang suka dengan warna nude, varian warnanya juga banyak. Bagi pecinta brand lokal, saya yakin brand ini akan masuk sebagai salah satu rekomendasi para beauty blogger.


    As conclusion, keempat brand ini merupakan liquid lipstick lokal ter-love saya. Dan saya merekomendasikan untuk dicoba oleh para wanita Indonesia. Jadi, tidak ada alasan lagi donk ya untuk malu menggunakan produk lokal. Kalau bukan kita sendiri sebagai pemakainya, siapa lagi coba? Maju terus brand lokal, semoga someday saya bisa kontribusi untuk create sebuah brand lokal Indonesia. Amin..

    Continue Reading



    Senangnya menemukan spot baru di area pekarangan rumah untuk foto OOTD (Outfit Of The Day). Awalnya iseng-iseng minta tolong Marthin untuk foto’in saya, tapi lama-lama kok jadi semakin sering ya foto di pojokan belakang rumah?

    Di balik foto-foto OOTD yang saya unduh di Instagram, Marthin adalah orang yang berperan untuk mengambil foto saya dari berbagai macam sudut. Dan saya pun belajar untuk berekspresi di depan kamera. Biasanya pengambilan foto OOTD ala selpinoaja dilakukan di pagi hari (saat matahari agak naik posisinya) atau sore hari (ketika posisi matahari mulai turun). Tujuannya adalah untuk mendapat pencahayaan alami. Saran saya biar foto OOTD nya keren, kita harus banyak bereksperimen gaya maupun ekspresi saat di foto. Tips lain, mengambil foto sebanyak mungkin untuk bisa dipilih foto yang terbaik. 

    Kalian bisa bayangkan para model professional atau blogger harus di foto berulang kali untuk mendapatkan pose dan angle yang bagus supaya dapat mewakili brand yang mereka promosikan. Saya yakin pasti effortnya luar biasa.

    Nah, kalau untuk foto amatiran dan tujuannya untuk seru-seruan, tidak ada salahnya mencoba foto OOTD ala selpinoaja dengan meminta bantuan suami sebagai fotografer. 

    Berikut beberapa foto OOTD hasil jepretannya Marthin..Thank you yah Papa Shalom :) 










    Selamat mencoba ya, friends :)




    Continue Reading




    Belakangan saya merasakan ujian hidup yang membuat saya semakin belajar banyak hal. Ujian tersebut lebih kepada ujian kesabaran, karena banyak sekali peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini diluar apa yang saya rencanakan bahkan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

    Pertama, saya diperhadapkan pada situasi kehilangan pengasuh Shalom yang sudah merawatnya selama 3 tahun dan belajar menyesuaikan dengan pengasuh yang baru. Semua menjadi berat karena harus memulai dari awal, proses adaptasi Shalom dengan mba nya, kebiasaan yang sudah ada selama ini dan harus menata konflik internal dengan para pekerja di rumah yang ternyata terjadi juga pada saya a.k.a drama ART.

    Kedua, menyadari bahwa tidak semua orang menyukai saya dalam hubungan pertemanan dan sosialisasi saya dengan sesama. Menyadarkan saya untuk belajar memaafkan mereka yang berbuat tidak baik pada saya dan tetap menjadi diri saya apa adanya tanpa harus memakai topeng “kemunafikan”.
    source : pinterest

    Ketiga, kehilangan semangat karena “merasa gagal”. Mengalami intimidasi pada diri sendiri sehingga emosi saya menjadi tidak stabil dan berubah menjadi sosok yang murung. Puji Tuhan, saya punya Marthin, partner hidup saya yang sangat suportif. Dengan diskusi ringan dan saran yang logis (inilah kelebihan Marthin dibandingkan saya yang super perasa), sehingga perasaan penuh intimidasi itu akhirnya hilang. 

    Selain diskusi, banyak cara yang Marthin lakukan untuk mengobati kesedihan saya, seperti mengajak makan berdua di sore hari (seperti sedang pacaran), mengajak saya ke taman bermain di dekat rumah, bahkan memasak steak sebagai perhatiannya pada saya.  Saya berhasil melewati proses ini karena energi positif Marthin yang menjadi booster untuk menjalani hari- hari ke depan.




    Keempat, saya dihadapkan pada ujian “Shalom sakit”. Saya benar-benar kaget saat seluruh tubuh Shalom mengalami kemerahan dan rasa gatal yang hebat di malam hari. Saya harus 2 kali ke rumah sakit dalam 1 minggu, memeriksakan Shalom ke dokter spesialis anak dan juga dokter spesialis kulit dan kelamin. Melihat Shalom tetap tersenyum dan semangat walau badannya kemerahan dan gatal-gatal, membuat kesedihan saya berubah dari semangat untuk merawatnya agar segera sembuh ditengah pekerjaan kantor yang super banyak dan dikejar dateline.




    Saya yakin, tidak selamanya saya ada di dalam situasi sulit seperti ini. Suntikan semangat dari suami, anak, keluarga dan teman baik selalu menjadi obat mujarab untuk sembuh dari luka kesedihan dan  kekecewaan. 


    Semoga setiap pelajaran hidup yang sedang kita alami, terus mengingatkan kita untuk selalu bersyukur saat sedang baik atau tidak baik keadaan kita. Terus berdoa pada Tuhan agar diberi kekuatan.


    Continue Reading

    Halo semua.. Ini cerita lanjutan dari jalan-jalan Kuala Lumpur di bulan awal bulan Maret 2019. Yang belum sempat membaca keseruan part-1, silahkan mampir ke sini yah.

    Nah, di tulisan kali ini, saya mau cerita tempat menginap kali selama liburan 3 hari di KL. Untuk pertama kalinya, kami memutuskan untuk mencoba menginap di apartment, bukan di hotel seperti yang selama ini kami lakukan setiap kali traveling.

    Pilihan apartment di KL akhirnya jatuh pada Robertson Premier Suites by Subhome yang kami pesan melalui aplikasi traveloka. Saya baru tahu kalau traveloka juga menyediakan pilihan service apartment untuk opsi penginapan.


    Alasan saya dan Marthin untuk memilih apartment di liburan kali ini :
    1. Ingin merasakan suasana homey karena tujuan liburan kali ini memang untuk santai dan berisirahat lebih banyak di tempat menginap
    2. Mencoba compare fasilitas yang di dapat antara hotel vs apartment dengan harga yang sama
    3. Kebetulan Shalom sedang belajar tidak menggunakan diapers saat itu dan saya bertekad untuk melanjutkan toilet training nya. Karena baru 3 hari latihan, terkadang dia masih pipis di celana, sehingga memanfaatkan mesin cuci dan dryer merupakan kebutuhan saya di liburan kali ini. Terlebih lagi, koper yang kami bawa juga terbatas muatannya. Kalau menginap di hotel, pastinya kami butuh lebih banyak membawa pakaian dan kami tidak prefer hal tersebut.

    Kami memesan one bed room dengan harga sekitar 700,000 per malam. Karena konsepnya service apartment, jadi semua fasilitas sudah lengkap. Lokasi nya berada di Kawasan Bukit Bintang, terdapat Pudu Station yang bisa diakses dengan jarak 500 meter saja.  Dekat juga dengan Alor Stret yang jaraknya juga sekitar 500 meter.

    Konsep apartment ini sama seperti Airbnb, dimana kita akan dihubungi oleh pihak pengelola apartment untuk dapat mengakses kamar yang sudah kita pesan. Jadi pastikan nomor contact yang kita tulis benar-benar sesuai karena komunikasi dilakukan via WhatsApp.

    Sesampainya kami di apartment Robertson, kami mengambil kunci kamar yang disimpan di dalam locker yang letaknya ada di depan pintu masuk apartment. Dengan instruksi yang kami dapat dari pihak pengelola, dengan cepat kami bisa menemukan locker yang dimaksud dan segera menuju kamar yang terletak di lantai 20.





    Sampai di kamar, saya dan Marthin sangat terkesan dengan kondisi kamar yang bersih dan luas. One bed room yang kami pesan via traveloka ternyata sangat recommended, dimana ruang tidur utama berukuran king size dan tersedia satu tempat tidur tambahan dengan menggunakan pintu buka tutup sehingga bisa langsung terhubung dengan ruang tamu dan dapur.






    Selain itu, tersedia meja makan dan kursi, dan juga dapur yang lengkap dengan peralatan masak seperti kompor, microwave, pemanas air untuk membuat kopi & teh, toaster, peralatan makan, lemari es, alat pembersih dan tidak lupa mesin cuci lengkap dengan dryer. Oh ya, gosokan beserta mejanya juga tersedia dan tersimpan rapi di dalam lemari pakaian.





    Kondisi kamar mandi nya juga bersih dan dilengkapi dengan amenities seperti yang biasa kita temukan di hotel. Semua tertata rapi dan lengkap, bahkan hair dryer pun tersedia. Selain itu juga, koneksi internet nya yang cepat, sehingga memudahkan kita untuk browsing kapan pun.  



    Dan yang paling saya suka adalah pemandangan dari lantai 20 tempat kami menginap, sunguh keren abis. Kami bisa menikmati KL Tower dan juga city view. Tidak lupa, pemandangan kolam renang dapat kami lihat dengan jelas.
    Shalom juga suka sekali duduk di dekat jendela sambil melihat pemandangan kota KL.







    Pengalaman menginap yang sangat berkesan ini membuat kami terinsiprasi untuk memesan apartment untuk traveling berikutnya.

    Berikut saya tuliskan link apartment yang kami pesan sebagai referensi :
    https://www.traveloka.com/hotel/malaysia/robertson--premier-suites-by-subhome-3000020011862

    Semoga ulasan tulisan saya kali ini bermanfaat bagi kalian semua :)







    Continue Reading

    Malaysia menjadi destinasi liburan perdana keluarga Juntak di tahun 2019 ini. Tidak ada persiapan khusus untuk liburan ke Malaysia kali ini, karena kami cukup sering berkunjung ke pusat kotanya dan cukup familiar dengan tempat wisata maupun lokasi untuk mencari kuliner yang menjadi favorit kami sekeluarga. Lagipula, untuk liburan kali ini kami memang ingin free dari itinerary, rehat dari rutinitas kerja yang cukup melelahkan akhir-akhir ini dan memilih aktivitas santai bersama suami dan anak selama liburan.  

    Perjalanan dari Pekanbaru - Kuala Lumpur dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dengan menggunakan pesawat terbang. Marthin memesan tiket pesawat 1 hari sebelum berangkat dan surprisingly harga tiketnya 1 juta/orang untuk pulang pergi ( masih lebih murah dari penerbangan lokal satu kali trip dari Pekanbaru ke Jakarta). Untuk pemesanan yang cukup mendadak, menurut saya harga nya cukup oke walaupun kalau ada event promo, rate nya bisa berkisar 200-250 rb/orang untuk 1 kali trip.


    Highlight aktivitas liburan ke Malaysia kali ini yang bisa saya share ke teman-teman sekalian :

    1. Berkunjung ke Mitsui Outlet
    Sesampainya kami di KL sekitar jam 2 siang, selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Mitsui Outlet yang lokasinya masih di seputaran KLIA (Kuala Lumpur International Airport) dan bisa ditempuh dengan menggunakan shuttle bus yang dapat di akses dari lantai dasar bandara kedatangan. 

    Sebelum menuju halte pemberhentian bus, kami menyempatkan untuk berjalan-jalan di area kedatangan internasional dan berfoto dengan patung Doraemon.



    Perjalanan dari KLIA ke Mitsui Outlet ditempuh dengan 15 menit perjalanan dimana kondisi busnya sangat nyaman dan yang terpenting adalah free of charge alias gratis.

    Di outlet ini, kita dapat menemukan brand-brand terkenal dengan harga yang reasonable. Sebelum kami berbelanja, kami menyempatkan untuk makan siang dulu di restaurant ramen favorit kami sekeluarga, yaitu Bari Uma Ramen. Marthin sudah mengidam-idamkan makan ramen ini, dan saat mencicipi kuahnya, langsung saja dia berucap “Enak banget!!!!!”..
    Shalom pun lahap sekali makan siang itu, dan kami semua sangat terpuaskan dengan cita rasa ramen yang nikmat sekali.






    Perut kenyang, selanjutnya kami mulai untuk melihat deal yang ditawarkan oleh setiap outlet. Ada yang worth to buy, tetapi ada juga yang harganya sama saja dengan di Indonesia. Yang paling bagus dealnya saat itu adalah Nike, Cotton On, Mango & Hush Puppies. Kami membeli beberapa barang dari toko tersebut dengan harga miring.



    Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi belanja barang branded dengan harga miring, bisa mampir ke Mitsui Outlet. Tapi ingat, ga semua brand harganya oke, beberapa item masih bisa kita dapatkan di Indonesia dengan harga sama atau bahkan lebih murah. Jadi tipsnya, cari tau terlebih dahulu harga barangnya dan jika memang dirasa cocok antara harga dan kualitas barang, yah silahkan dibeli.. Pastikan kita jadi smart buyer ya, friends :)


           2.  Menikmati kuliner di kota Malaysia
    Selama di Malaysia, kami mencicipi berbagai jenis makanan baik lokal food maupun internasional food. Kami menemukan sebuah restaurant di dekat tempat kami menginap, yaitu di daerah Bukit Bintang, namanya Kedai Mamak Husein yang bisa di akses dengan jalan kaki 50 meter saja. Kedai ini buka 24 jam dan menjual makanan khas Malaysia dan juga Thai food.



    Selama di KL, restaurant ini jadi andalan kami kalau kelaparan tengah malam. Maklum, karena liburan jadi prinsip makan teratur sesuai jam dihilangkan dulu dan tentu saja diet pun dilupakan untuk sementara. Kami pernah makan sekitar jam 11 malam di hari pertama dan mencoba menu roti canai dan tomyam. Hari berikutnya, mencoba menu kambing dan roti canai lagi. Hari berikutnya mencoba menu nasi goreng. Selama 3 hari di KL, kami pun berturut-turut makan di restaurant ini. Harganya reasonable (sekitar 5 RM) untuk 1 menu makanan dan untuk segelas minuman harganya sekitar 2 RM.



    Kami juga tidak lupa mampir ke restaurant Pho yang ada di Paviliun KL, yaitu Pho Viet. Saya suka dengan interior restaurant nya yang classy dan penataan layout nya yang keren. Pelayanannya juga memuaskan. Kami dilayani dengan baik oleh para pelayan restaurant dan yang membuat senang adalah rasa Pho nya juga enak banget. Marthin dan Shalom benar-benar menikmati makan siang hari itu karena mereka berdua punya selera makan yang sama.






    Selama liburan di KL, kami sangat menikmati hari-hari untuk mencicipi banyak makanan yang nikmat.







         3. Merasakan sensasi snow di Genting Highland

    Di hari ke-3 liburan di KL, kami menyempatkan untuk mampir ke Genting Highland. Disana ada atraksi snow, namanya snow world  dan area nya lebih luas dibandingkan snow area yang ada di Singapore.




    Dulu sebelum ada Shalom, saya dan Marthin pernah mengunjungi snow city di Singapore. Saat itu kesan kami adalah tempatnya tidak terlalu besar, cukup jauh dari pusat kota dan kami tidak diperbolehkan untuk mengambil foto dengan kamera sendiri.

    Nah, di snow world Genting ini rasanya semua berkebalikan. Tempatnya besar, lokasi termasuk jauh tetapi banyak atraksi yang bisa dilihat selain area snow, dan mengambil foto dengan kamera sendiri juga diperbolehkan. Rasanya puas banget bisa mengabadikan moment seru selama di area snow. Saya dan Marthin tidak ragu untuk mencobanya. Apalagi Shalom pun terlihat sangat excited dan penasaran untuk merasakan sensasi snow pertama kalinya.



    Tidak lupa sebelum masuk ke dalam area salju, kami dilengkapi dengan perlengkapan wajib anti dingin seperti boots, jacket dan gloves. Setelah masuk ke dalam, kami melihat area snow yang sangat luas dan banyak spot bagus untuk mengabadikan foto. Tersedia area untuk bermain slide jika ingin sensasi meluncur dari ketinggian. Saat itu, saya masih ingat bagaimana Shalom begitu semangat sekali ketika masuk ke area snow. 

    Tidak lupa, Shalom meminta saya dan Marthin untuk membuat boneka salju alias snowman seperti buku cerita yang pernah dia baca dan yang juga pernah dilihat gambarnya di beberapa story book miliknya. Benar-benar lucu dan menggemaskan. Tidak terasa 40 menit kami habiskan di dalam dan merasa super fun dan feels so happy.











    Untuk merasakan sensasi snow, saya recommend teman-teman untuk mencoba snow world yang ada di Genting Highland.



    Liburan selama 3 hari di Kuala Lumpur kali ini berhasil membuat kami sekeluarga re-charge dan mengembalikan semangat untuk menjalankan rutinitas harian kami semua. 

    Saya sarankan untuk mencoba liburan yang free itinerary dan juga menjalani aktivitas rileks yang mengutamakan quality time dengan orang tersayang. Saya yakin memory nya tidak akan terlupakan deh :)

    Terimakasih sudah mampir ke tulisan saya kali ini..

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    Profile

    Profile

    About me

    Diary Of Shalom Audrey

    working mom who loves her beautiful daughter so much ; romantic wife ; caring and persistence. For sure, she is the happiest mom on earth

    Search This Blog

    Follow Us

    • Twitter
    • Instagram

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  February 2022 (1)
        • Skincare Journey with Jafra Cosmetic
    • ►  2020 (4)
      • ►  November 2020 (1)
      • ►  June 2020 (1)
      • ►  May 2020 (1)
      • ►  February 2020 (1)
    • ►  2019 (22)
      • ►  December 2019 (1)
      • ►  November 2019 (2)
      • ►  October 2019 (1)
      • ►  August 2019 (2)
      • ►  July 2019 (2)
      • ►  June 2019 (2)
      • ►  May 2019 (5)
      • ►  April 2019 (3)
      • ►  March 2019 (2)
      • ►  February 2019 (2)
    • ►  2018 (42)
      • ►  December 2018 (2)
      • ►  November 2018 (2)
      • ►  October 2018 (3)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  August 2018 (2)
      • ►  July 2018 (6)
      • ►  June 2018 (7)
      • ►  May 2018 (10)
      • ►  April 2018 (8)
      • ►  March 2018 (1)
    • ►  2017 (4)
      • ►  July 2017 (1)
      • ►  June 2017 (3)
    • ►  2016 (16)
      • ►  July 2016 (4)
      • ►  May 2016 (3)
      • ►  April 2016 (6)
      • ►  March 2016 (3)

    Popular Posts

    • 7 Bulanan Adat Batak - PASAHAT ULOS MULA GABE
    • SKINCARE DURING PREGNANCY
    • Beauty Product Review: Laneige Clear C Advanced Effector
    • Trimester 2- Young Living Essential Oils Review

    Visit My Online Shop

    • Houseofcaio

    Total Pageviews

    Member Of :

    Blogger Perempuan
    Twitter Instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top